Minggu, 25 November 2012

Tips Mengatur Keuangan untuk Siswa SMA


Tanya:
Saya Rifky, 15 tahun, kelas 1 SMA. Saya diberi jatah uang per bulan oleh orangtua sebanyak Rp 600 ribu. Pulang-pergi sekolah naik motor. Kalau saya ingin menabung, kira-kira berapa yang bisa saya sisihkan dari uang bulanan saya?

Rifky, 15 tahun, Jakarta


Jawab:

Hai, Rifky.

Senang sekali melihatmu sangat peduli mengenai hal ini meskipun kamu baru kelas 1 SMA. Tidak ada rumusan baku mengenai bagaimana kita harus mengelola penghasilan dan pengeluaran kita. Untuk memudahkan kamu dalam mengelola uang saku, berikut dapat kamu gunakan sebagai panduan:

Pengeluaran bulanan rutin (contoh: makan siang, ongkos, belanja bulanan, dll): 20%-40% dari uang saku bulanan.
Keperluan pribadi (contoh: jalan-jalan, hobi, nonton, dll): 20% dari uang saku bulanan
Cicilan utang (jika ada), maksimum 30% dari uang saku bulanan.
Menabung/investasi, min 10-30 persen dari uang saku bulanan.

Kamu bisa mengatur agar kemampuan menabung atau investasi setiap bulan sebesar 10% hingga 30% dari uang saku yang kamu terima. Pisahkan segera uang ini dalam rekening khusus setiap kali kamu menerima uang saku. Sisanya kamu atur agar cukup untuk hidup sehari-hari sampai kamu mendapat uang saku bulan selanjutnya.

Nah, dengan cara ini kamu dapat mengatur sendiri berapa besarnya pengeluaran rutin bulanan tanpa menghapuskan pengeluaran pribadi untuk bersenang-senang.

Seharusnya sih untuk seusiamu, kamu belum punya cicilan utang ya. Jika ada, pastikan saja cicilan bulanannya tidak melebihi 30% uang sakumu.

Ayo, saatnya kamu pegang kendali atas keuanganmu sendiri, Rifky! Dimulai dengan mengelola keuangan yang tepat sejak dini.


Eka/QM Planner


***

Punya pertanyaan masalah asmara, keuangan, fashion, atau kecantikan? Kirim pertanyaanmu ketanyaahli@yahoo-inc.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share To